Mau mendapat renungan, artikel lainnya dari blog ini masuk ke e-mail anda? buruan masukan e-mail anda pada kotak isian di bawah.^_^

Sabtu, 13 Juli 2013

BERSAKSI LEWAT MENJAGA HATI.

Allah Tidak Membiarkan Kita Sendiri


Baca Firman TUHAN di Lukas 2:8-20.

"Setelah malaikat-malaikat itu meninggalkan mereka dan kembali ke sorga, gembala-gembala itu berkata seorang kepada yang lain, "Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita." (Lukas 2:15)

Akhir tahun 2002 saya berangkat ke Jepang untuk melaksanakan perjalanan dinas. Itu adalah perjalanan yang berat karena harus meninggalkan istri di Indonesia yang sedang mengandung.

Setiap kali mendengar istri mengandung adalah merupakan beban tersendiri, karena kondisi kandungan istri yang lemah dan sebelumnya telah tiga kali kehamilannya gagal dan harus menjalani operasi kuret.

Pada kehamilan kali ini dokter memberi perhatian yang lebih ketat, dan sebelum berangkat melalui monitor USG saya bisa melihat jantung janin di dalam kadungan sudah berdetak dengan kuat dan kondisinya sehat.

Memang istri sudah sering saya tinggal saat saya harus melalukan perjalanan dinas ke luar negeri, tapi kali ini ada perasaan yang berbeda. Setiap hari saya menelpon untuk menanyakan kondisi kesehatan dan kehamilan istri di Indonesia, dan sejauh itu kondisinya baik-baik saja.

Di Jepang sendiri menginjak bulan Desember, semua pusat perbelanjaan dan hiburan mulai memasang hiasan-hiasan Natal. Lampu hias, pohon Natal, boneka-boneka Natal sampai orang berkostum sinterklas ada di mana-mana. Orang Jepang menulis kata Christmas dengan huruf Jepang Katakana sebagai: ku-ri-su-ma-su, yang adalah pelafalan dari kata Christmas dalam bahasa Inggris.

Udara sangat dingin menurut ukuran orang yang biasa tinggal di daerah tropis dan di beberapa daerah utara sudah mulai turun salju - membuat suasana Natal di negara ini menjadi lebih syahdu dibandingkan dengan dengan di Indonesia. Yang lebih sendu adalah bahwa Natal ini hanya merupakan atribut di pusat perbelanjaan, tetapi sangat sedikit umat Kristen yang merayakan karena sebagaian besar orang Jepang menganut agama Budha, dan agama Kristen tidak berkembang dengan baik.

Hanya sedikit orang Kristen di Jepang. Gereja yang ada hanya berisi belasan orang, dan yang setia hadir beribadah adalah orang-orang tua. Anak muda yang aktif ke gereja bisa dihitung dengan jari tangan.

Jika terlihat ada gedung gereja yang megah di tepi jalan, maka umumnya itu adalah gereja tempat melaksanakan "kekkon shiki" atau tempat upacara pernikahan - bukan gereja untuk beribadah kepada Tuhan setiap hari minggu. Gereja "sungguhan" umumnya terletak di tempat yang tidak strategis dan tidak mudah untuk mencarinya.

Itu semua membuat saya menjadi "homesick", karena bulan Desember di Indonesia selalu diisi dengan kegiatan yang padat untuk menyambut dan merayakan Natal. Juga Natal adalah saat seluruh keluarga besar dan para sahabat berkumpul melakukan reuni tahunan yang menggembirakan.

Tanggal 13 Desember 2002, saya menerima telpon dari istri di Indonesia, bahwa dia mengalami pendarahan - pergi ke rumah sakit menyopir mobil sendiri dan dokter mengatakan janinnya sudah tidak bisa diselamatkan. Hari itu juga istri menjalani operasi kuret untuk mengeluarkan janin dari kandungannya.

Berita itu membuat goncangan yang sangat luar biasa bagi saya, karena tidak bisa menunggui istri melewati saat-saat yang berat itu. Saya hanya bisa mendoakan dia melalui telpon dan memberikan penguatan semampu saya, sementara saya sendiri di sini tidak bisa berbuat apa- apa. Pikiran saya kosong dan saat itu saya merasa seorang diri di negara asing, menghadapi musibah di suana Natal yang membeku.

Pada saat itu saya mengirim email kepada teman pendeta gereja di Jepang, menceritakan beban pikiran yang saya hadapi dan meminta dukungan doa. Saya tetap meneruskan pekerjaan saya hari itu sampai selesai, karena memang saya tidak bia melakukan apa-apa lagi selain berdoa.

Malam hari, saya berjalan dengan gontai ke hotel - sambil pikiran kacau. Sedih yang tak terkatakan dan merasa sendirian.

Saat sampai di pintu hotel, ada suara yang menyapa saya keluar dari mobil, "Atmo san." Dari dalam mobil keluar Mario dan istrinya Miriam, dan mereka memeluk saya. Mereka mengatakan ikut bersedih dengan musibah baru saja saya hadapi.

Malam itu mereka datang menemui saya karena diberitahu pendeta di gerejanya yang telah menerima email dari saya. Dikatakan bahwa pendetanya tidak bisa datang karena ada keperluan yang tidak bisa ditinggal - sehingga mereka berdua yang datang.

Ada hal yang bagi saya luar biasa yaitu bahwa Miriam dan Mario itu orang Brazil keturunan Jepang, dan tinggalnya sekitar 200 kilometer dari hotel tempat saya menginap. Pada hari itu adalah ulang tahun Mario, dan dia bilang bahwa dia tidak ingin merayakan ulang tahunnya karena ingin menemani dan menghibur saya.

Mereka mengajak saya makan di luar, dan kehadiran mereka begitu menguatkan dan memberikan penghiburan bagi saya. Pada saat itu Miriam berkata bahwa dia juga bisa merasakan kepedihan yang saya alami karena dia pernah kehilangan bayi perempuannya yang meninggal setelah dilahirkan.

Saat itu saya merasakan bahwa Tuhan itu begitu mengasihi saya. Dia tidak membiarkan saya menanggung semuanya seorang diri. Dia telah mengirimkan orang asing yang tidak saya kenal sebelumnya, untuk menemani dan memberikan penghiburan kepada saya melewati hari yang berat di negara asing. Dan orang asing itu kemudian menjadi keluarga baru saya yang sangat dekat.

Dua ribu tahun yang lalu, pada saat Maria dan Yusuf ditolak oleh semua rumah penginapan dan harus tinggal serta melahirkan di kandang domba, ada perasaan kesendirian yang sama yang dialami oleh keluarga baru itu. Maria melahirkan bayi Yesus di tempat yang hina dalam keterasingan dan kesendirian.

Tetapi Allah Bapa tidak membiarkan mereka merasa seorang diri dan ditinggalkan. Tuhan, melalui para malaikat memberitahu para gembala untuk menyambut kelahiran bayi Natal. Begitu juga Tuhan meletakkan hikmat dalam pikiran orang majus dari tempat yang jauh untuk datang bersujud di depan palungan di Betlehem.

Pada saat itu Maria dan Yusuf, merasakan sukacita yang sempurna - karena mengetahui bahwa Tuhan tidak membiarkan mereka seorang diri. Walaupun dunia menolak kehadiran bayi Natal, tetapi Tuhan sudah menyiapkan penyambutan secara khusus yang sangat indah.

Seperti pada saat Kristus lahir, jika kita menghadapi pergumulan yang berat dan merasa menanggung semuanya seorang diri, kita harus percaya - bahwa Allah sekali-kali tidak akan membiarkan kita. Para gembala dan orang majus adalah orang asing yang diutus Tuhan secara khusus untuk menyambut kelahiran bayi Kristus di palungan yang sunyi. Begitu juga saat ini Allah bisa mengirimkan orang-orang yang tidak kita kenal sebelumnya untuk datang mengihibur dan menguatkan kita - karena Allah begitu peduli dan mengasihi kita. Dia tahu semua pergumulan kita, dan kuasa kasihnya tidak kurang ajaib untuk menjamah dan memulihkan kita.

PADA SAAT KITA MERASA SEORANG DIRI MENGHADAPI PERGUMULAN HIDUP INGATLAH BAHWA TUHAN SELALU ADA UNTUK MENEMAMI DAN MENGHIBUR.

Janji Kelimpahan



Pialaku penuh melimpah. Mazmur 23:5
Ini lebih dari yang biasa. Ini melampaui standar rata-rata. Benar-benar ada garis perbedaan yang jelas. Bukan hanya hidup dalam kecukupan, tapi juga hidup
dalam segala kelimpahan. Bukan hanya biasa-biasa saja, tapi sungguh hal-hal yang luar biasa.

Janji kelimpahan adalah bagian dari kehidupan orang percaya. Piala kita tidak hanya dibuat penuh, tapi juga melimpah. Piala kita meluber keluar. Kita selalu
memiliki lebih dari cukup untuk membagikan sesuatu kepada orang lain karena apa yang kita miliki sudah terlalu penuh.


Bukankah sejujurnya kehidupan yang berkelimpahan merupakan keinginan banyak orang, termasuk kita juga? Memiliki kemerdekaan secara finansial dan tidak
diperbudak oleh uang sungguh menyenangkan. Memiliki keluarga yang harmonis dan hidup dalam kasih sungguh anugerah luar biasa. Sukses dalam pekerjaan dan
menjadi berkat bagi banyak orang adalah hal yang membahagiakan. Mengikut, melayani Tuhan dan memaksimalkan hidup adalah kesempatan terindah.


Sebenarnya itulah kelimpahan dalam arti yang lebih luas. Tidak hanya diberkati secara finansial saja, tapi juga kebutuhan kita secara emosi dan spiritual juga
terpenuhi dengan melimpah.
Anda mendambakan kehidupan yang seperti itu? Saya sangat mendambakannya, bahkan saya sedang menikmatinya. Bagaimana dengan Anda? Rugi besar kalau kita tidak hidup dalam kelimpahan sementara Gembala kita sudah berjanji akan membuat piala kita penuh dengan minyak, bahkan sampai melimpah-limpah. Alami terobosan baru dalam kehidupan Anda dan selamat berkelimpahan!

White Christmas

I'm dreaming of a white christmas,
just like the ones I used to know
Where the treetops glisten and children listen
to hear sleigh bells in the snow

I'm dreaming of a white christmas,
just like the ones I used to know
Where the treetops glisten and children listen
to hear sleigh bells in the snow

I'm dreaming of a white christmas,
with every christmas card I write
May your days be merry and bright,
and may all your christmases be white

I'm dreaming of a white christmas,
just like the ones I used to know
May your days be merry and bright,
and may all your christmases be white

I'm dreaming of a white christmas,
with every christmas card I write
May your days be merry and bright,
and may all your christmases be white

May your days be merry and bright,
and may all your christmases be white

And may all your christmases be white (All your christmases be white)
And may all your christmases be white (All your christmases be white)
And may all your christmases be
(All your christmases be white)
(All your christmases be white)

Pacaran Menurut Iman Kristen


Tuhan menginginkan yang terbaik untuk kita dalam setiap aspek kehidupan. Termasuk diantaranya hubungan kita dengan kekasih/pacar. Kita berkencan untuk mendapatkan kesenangan, persahabatan, pengembangan kepribadian dan memilih kawan, bukan untuk popularitas atau untuk merasa aman. Jangan biarkan lingkungan pergaulan memaksa kamu memasuki situasi kencan yang kurang pantas. Ketahuilah bahwa lebih dari 50% remaja putri dan lebih dari 40% remaja putra tidak pernah berkencan pada masa-masa SMA. Alkitab memberikan kita beberapa pegangan yang jelas untuk membimbing kita dalam membuat keputusan mengenai soal kencan/pacaran.

1. Jagalah hatimu.
Alkitab mengatakan kepada kita untuk berhati-hati dalam memberikan/menyampaikan kasih sayang kita , karena hati kita mempengaruhi segala sesuatu dalam hidup kita.

"Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan." ( Amsal 4:23 )

2. Kamu akan menjadi seperti teman-temanmu bergaul.
Kita juga cenderung menjadi seperti teman-teman sepergaulan kita. Prinsip ini berhubungan erat dengan yang hal yang pertama dan sama pentingnya dalam pergaulan seperti dalam hubungan kencan/pacaran.

"Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik." ( 1 Korintus 15:33)

3. Orang Kristen hanya boleh berkencan/berpacaran dengan sesama Kristen.
Biarpun berteman dengan teman non-kristen tidak dilarang, mereka yang khususnya dekat di hati haruslah orang percaya yang sudah dewasa yang merupakan pengikut Kristus yang taat dalam hidupnya.

"Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap? " ( 2 Korintus 6:14 ).

4. Apakah itu cinta yang sesungguhnya?
1 Korintus 13:4-7 mendeskripsikan cinta yang sesungguhnya. Tanyalah hatimu pertanyaan-pertanyaan berikut:

Apakah kalian sabar satu sama lain?
Apakan kalian baik terhadap satu sama lain?
Apakah kalian saling cemburuan?
Apakah kalian suka menyombongkan baik diri sendiri maupun sang pasangan?
Apakah ada kerendah-hatian dalam hubungan kalian?
Apa kalian kasar memperlakukan satu sama lain?
Apa kalian saling mementingkan diri sendiri?
Apa kalian mudah marah terhadap satu sama lain?
Apa kalian suka mengingat-ingat kesalahan sang pasangan di masa lalu?
Jujurkah kalian satu sama lain?
Apakah kalian saling melindungi?
Apakah kalian saling mempercayai?

Kalau jawabanmu “Ya” untuk semua pertanyaan diatas, artinya 1 Korintus 13 seperti Firman Tuhan berkata, kalian sungguh saling mengasihi satu sama lain. Kalau ada jawabanmu yang “Tidak” atas pertanyaan-pertanyaan di atas, artinya mungkin kalian harus mendiskusikan hal-hal di atas dengan pacarmu.
Seberapa jauhkah terlalu jauh?

Banyak pelajar-pelajar menanyakan, "Seberapa jauh yang kita boleh lakukan dalam berpacaran/berkencan?" Beberapa prinsip yang akan menolongmu untuk memutuskan apa yang pantas dan yang tidak dalam berpacaran/berkencan:


1. Apakah situasi yang kuciptakan mengundang dosa seksual atau menghindarinya?
1 Korintus 6:18 berkata "Jauhkanlah dirimu dari percabulan! " Kita tidak dapat melakukan ini apabila kita mencobai diri kita sendiri karena kecerobohan kita.

2. Bagaimanakah reputasi sang kekasih/pacar?
Ketika menerima undangan kencan pada dasarnya seperti berkata, "Aku memiliki kesamaan pandangan dengan engkau." Hal inilah yang dapat membuat kamu menyesal nantinya. Ingatlah 1 Korintus 15:33 , "Pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik."


3. Apakah ada pengaruh obat-obatan atau alkohol?
Jangan merubah pandanganmu hanya untuk pacarmu.

4. Apa aku tertarik dengan tipe orang yg salah?
Yakinkan bahwa pesan yang kamu sampaikan dengan perbuatanmu tidak membuat orang lain merubah pandanganmu.

5. Sadarkah aku kalau dosa itu terbit dari hati?
Matius 5:28 berkata, "Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya sudah berzinah dengan dia dalam hatinya"


6. Apakah tempat berkencanmu tepat dan pantas?
Tujuan yang baik kadang terlupakan oleh godaan dan kesempatan yang terlalu besar.

7. Apakah aku melakukan sesuatu yang merangsang secara seksual?
Jangan melakukan kontak yang merangsang seksual seperti 'petting'.

Kalau sudah terlanjur jauh, mengapa memutuskan untuk berhenti?

1. Tuhan itu pengampun.
1 Yohanes 1:9 berkata bahwa Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. Kamu dapat mulai sesuatu yang baru dengan Tuhan kapanpun.

2. Tuhan itu kudus.
FirmanNya berkata bahwa dosa sex itu salah, dan Dia tahu segala yang terbaik.

3. Tuhan itu penuh kasih.
Tuhan tau bahwa hubungan yang terlalu jauh sebelum pernikahan cenderung memisahkan sebuah pasangan dan mengakibatkan pernikahan yang kurang bahagia. Ia tahu bahwa banyak pria tidak mau menikahi wanita yang pernah berhubungan terlalu intim dengan pria lain.


Trimakasih,
Tuhan Yesus Memberkati.


Klik Disini

Jumat, 12 Juli 2013

Kisah Nyata "Ayah Yang Luar Biasa"

Ada sebuah kisah yang mengharukan tentang hubungan seorang ayah dengan anaknya yang cacat sejak dari lahirnya. Sang ayah bernama Dick dan si anak bernama Rick. Dick dan Rick Hoyt adalah ayah dan anak, sekaligus salah satu tim yang ikut serta dalam sebuah pertandingan triathlon yaitu semacam marathon dengan rupa-rupa olah raga seperti lari yang berjarak 26,2 mil, ditambah bersepeda sejauh 112 mil, serta berenang 2,4 mil. Belum lagi mereka harus mendaki gunung dan lain sebagainya. Total keseluruhannya sekitar 3,735 mil.

Dick Hoyt, sang ayah yang berusia 65 tahun saat itu, mendorong dan menarik Rick yang hanya dapat duduk dibangku roda karena kondisi tubuhnya yang cacat. Sebenarnya, sejak Rick lahir Dick dan istrinya sudah mengetahui bahwa mereka akan memiliki anak yang cacat. Namun, mereka tetap menerima keadaan Rick.

Pada saat pertandingan triathlon ini akan diselenggarakan, Rick berkata kepada ayahnya apakah ia dapat mengikuti pertandingan itu. Dan tanpa ragu, sang ayahpun bersedia untuk mengikutinya. Jadilah mereka mengikuti pertandingan yang menghabiskan waktu sangat lama itu. Sepanjang pertandingan, Dick terus mendorong dan menarik Rick. Dick berjuang dengan sekuat tenaga berenang menarik Rick yang terbaring di dalam perahu.Dick berlari mendorong kursi roda Rick tanpa lelah, Dick menggendong Rick memindahkannya dari satu tempat ke tempat lainnya, mereka berdua melewati lika-liku perjalanan yang sulit ditempuh dengan waktu yang sangat lama. Ketika pertandingan usai, dan Rick ditanya mengenai perasaannya saat menjalani pertandingan bersama ayahnya, Rickpun menjawab,”aku merasa seperti aku tidak cacat, dan aku ingin sekali membiarkan ayah yang duduk di kursi roda ini dan aku yang berlari mendorong dan menariknya.” Ternyata, apa yang Dick lakukan menimbulkan dampak yang luar biasa bagi Rick. Memang, Dick adalah ayah yang luar biasa. Ia rela berlari, berenang, mendorong, menarik dan menggendong sang anak sepanjang medan pertandingan. Sekalipun anaknya memiliki keterbatasan, Dick terus ada dengan setia melewati keseluruhan pertandingan itu.

Kisah ini membuktikan kepada kita bahwa ada sebuah pengorbanan yang rela diberikan seorang ayah terhadap anaknya yang sangat terbatas. Ada seorang ayah yang punya cinta kasih yang begitu besar menerima sang anak dengan ketidaksempurnaan tubuh. Ada seorang ayah yang selalu mau berlari, berenang, mendaki, mendorong dan menarik tubuh sang anak untuk bersama melewati sebuah pertandingan dengan medan yang sangat berat dengan jarak dan waktu yang sangat lama. Ada seorang ayah yang menyatakan ia bersedia untuk bertanding bersama sang anak sekalipun ia tahu anaknya tidak dapat berbuat banyak. Ada seorang ayah yang tahu bahwa sang anakpun dapat bertahan dalam pertandingan itu, bahwa sang anak kuat untuk bertanding karena ada ayah disisinya yang dengan setia selalu bersamanya.

Sungguh, kisah inipun juga mengingatkan kepada kita betapa setiap dari kitapun juga memiliki Bapa yang rela berkorban untuk kita. Bapa yang kasihnya sangat besar sehingga kita dicintainya apa adanya. Bapa yang mau berjalan, berlari, mendaki, mendorong, menarik kita agar kita aman dan kuat. Bapa yang setia bersama kita saat kita senang, susah dan sakit. Ya, Bapa yang patut kita banggakan dan syukuri. Cintanya yang luar biasa selalu tersedia untuk kita.

"Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus AnakNya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup olehNya" 1 Yohanes 4:9

Kasih Sayang Seorang Ayah



Bagi seorang yang sudah dewasa,
yang sedang jauh dari orang tua,
akan sering merasa kangen dengan mamanya.

bagaimana dengan ayah ?

Mungkin karena mama lebih sering nelpon untuk menanyakan keadaan mu

Tapi tahukah kamu,
jika ternyata ayah lah yang mengingatkan mama utk meneleponmu ?

Saat kecil,
mamalah yang lebih sering mendongeng.
Tapi tahukah kamu bahwa sepulang ayah bekerja dengan wajah lelah beliau selalu menanyakan pada mama ,apa yang kamu lakukan seharian.

Saat kamu sakit batuk/pilek,
ayah kadang mmbentak
"sudah dibilang! jangan minum es!".
Tapi tahukah kamu bahwa ayah khawatir ?

Ketika kamu remaja,
kamu menuntut untuk dapat izin keluar malam.
ayah dengan tegas berkata "tidak boleh !"
Sadarkah kamu bahwa ayah hanya ingin menjagamu ?

Karena bagi ayah, kamu adalah sesuatu yg sangat berharga.

Saat kamu bisa lebih dipercaya,
Ayah pun melonggarkan praturannya.
Kamu akan mmaksa untuk melanggar jam malamnya.

Maka yang dilakukan ayah adalalh menunggu di ruang tamu dgn sangat khawatir.

Ketika kamu dewasa,dan harus kuliah di kota lain.
Ayah harus melepasmu.
Tahukah kamu bahwa badan ayah terasa kaku utk memelukmu?

Dan ayah sangat ingin menangis.
Di saat kamu memerlukan ini-itu, utk keperluan kuliahmu, ayah hanya mengerutkan dahi.
Tapi tanpa menolak,
beliau memenuhinya.

Saat kamu diwisuda.
ayah adalah orang pertama yang berdiri dan bertepuk tangan untukmu.
ayah akan tersenyum dan bangga

Sampai ketika teman pasanganmu datang
untuk mminta izin mengambilmu dari ayah
ayah akan sangat berhati-hati dalam memberi izin

Dan akhirnya..
Saat ayah melihatmu duduk dipelaminan bersama seorang yang dianggapnya pantas,
Ayahpun tersenyum bahagia

Apa kamu tahu,
bahwa ayah sempat pergi ke belakang dan menangis?

ayah menangis karena ayah sangat bahagia.

Semoga Putra/i kecilku yg manis berbahagia bersama pasangannya"

Setelah itut ayah hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang utk menjenguk

Dgn rambut yg memutih dan badan yg tak lagi kuat utk menjagamu
♥ ayah

Penulis

Erik Cristian Nac

Hidup harus di jalani dalam keadaan sulit sekalipun. Jangan pernah takut dengan apapun sebab Tuhan selalu beserta kita.. ...Read More