Sebuah kejadian tragis menimpa Agust Dapa Loka.
Saat ia berkendara sepeda motoe dijalanan sepi di Waingapu,Ibukota Kabupaten Sumba Timur,NTT,Agust terjatuh.Kaki kanannya patag mesti diamputasi sebatas lutut.
Penanganan seadanya dirimah sakit daerah membuat kakinya infeksi.Tiga kali operasi lanjutan,termasuk di Rs Ortopedi Solo Jawa Tengah,belum memberinya kesembuhan.Pada operasi terakhir di Solo dokter justru mendiangnosa kaki Agust terkena infeksi tulang.Amputasi harus dilakukan dengan memotong sebagian tulang pahanya."Saya shock",kata Agust yang kmudian memutuskan pulang ke Sumba.
Hidup harus belanjut,begitu alumni IKIP(sekarang Universitas) Sanata Dharma Yogyakarta itu.Sebagia kepala keluarga Agut mesti menghidupi istri dan ketiga anaknya.Ia memaksakan diri tetap mengajar meski rasa sakti pada kaki nya kerap tak tertahankan."Saya harus bekerja sebab anak istri saya perlu makan.Anak" juga butuh biaya untk sekolah,"
cetus Agust yg saban hri memakai kruk.Anak pertamanya sedang kuliah di sebuah Sekolah Tinggi Kesehatan di Yogyakarta,anak kedua SMA dan yg lain SD.Tetap bekerja adalah cara Agust mensyukuri hidupnya.
"Tetapi keluarga kerap trenyuh melihat kondisi saya,"kata Agust.Kepada mereka,justru guru yg humoris ini memberi penghiburan.Ia minta merka jangan brsedih aplgi mengasihaninya."Syukur bahwa skit ini terjadi saya,bukan pada saudara atau anak"sya.Mereka blum tentu kuat menanggung",ujarnya.Ia yakin Tuhan punya rahasia tersendiri atas hidupnya.
Terinperasi dari tragedi yg ia alami,sebuah novel lahir."Perempuan Bermata Saga sudah diterbitkan oleh sebuah penerbit besar di Jakarta.Saya sedng menulis sekuelnya",terang Agust.Novel ini bercerita tentang kekuatan hati seorang wanita dan tangan" kasih yg terulur,yg membuat orang bersyukur atas khdpanya.
Ditengah kondisi yg menekan Agust bersyukur Tuhan memberinya kolega yg banyak.Ikatan alumni tempat ia mengajar misalnya membantu nya sebuah motor matic yg gampang ia kendarai untuk beraktivitas."Banyak hal terjadi diluar dugaan saya,"kata Agust...
GBU
Sebuah kejadian tragis menimpa Agust Dapa Loka.
Saat ia berkendara sepeda motoe dijalanan sepi di Waingapu,Ibukota Kabupaten Sumba Timur,NTT,Agust terjatuh.Kaki kanannya patag mesti diamputasi sebatas lutut.
Penanganan seadanya dirimah sakit daerah membuat kakinya infeksi.Tiga kali operasi lanjutan,termasuk di Rs Ortopedi Solo Jawa Tengah,belum memberinya kesembuhan.Pada operasi terakhir di Solo dokter justru mendiangnosa kaki Agust terkena infeksi tulang.Amputasi harus dilakukan dengan memotong sebagian tulang pahanya."Saya shock",kata Agust yang kmudian memutuskan pulang ke Sumba.
Hidup harus belanjut,begitu alumni IKIP(sekarang Universitas) Sanata Dharma Yogyakarta itu.Sebagia kepala keluarga Agut mesti menghidupi istri dan ketiga anaknya.Ia memaksakan diri tetap mengajar meski rasa sakti pada kaki nya kerap tak tertahankan."Saya harus bekerja sebab anak istri saya perlu makan.Anak" juga butuh biaya untk sekolah,"
cetus Agust yg saban hri memakai kruk.Anak pertamanya sedang kuliah di sebuah Sekolah Tinggi Kesehatan di Yogyakarta,anak kedua SMA dan yg lain SD.Tetap bekerja adalah cara Agust mensyukuri hidupnya.
"Tetapi keluarga kerap trenyuh melihat kondisi saya,"kata Agust.Kepada mereka,justru guru yg humoris ini memberi penghiburan.Ia minta merka jangan brsedih aplgi mengasihaninya."Syukur bahwa skit ini terjadi saya,bukan pada saudara atau anak"sya.Mereka blum tentu kuat menanggung",ujarnya.Ia yakin Tuhan punya rahasia tersendiri atas hidupnya.
Terinperasi dari tragedi yg ia alami,sebuah novel lahir."Perempuan Bermata Saga sudah diterbitkan oleh sebuah penerbit besar di Jakarta.Saya sedng menulis sekuelnya",terang Agust.Novel ini bercerita tentang kekuatan hati seorang wanita dan tangan" kasih yg terulur,yg membuat orang bersyukur atas khdpanya.
Ditengah kondisi yg menekan Agust bersyukur Tuhan memberinya kolega yg banyak.Ikatan alumni tempat ia mengajar misalnya membantu nya sebuah motor matic yg gampang ia kendarai untuk beraktivitas."Banyak hal terjadi diluar dugaan saya,"kata Agust...
GBU











0 komentar:
Posting Komentar
Berkomentarlah dengan sopan tanpa ada Ancaman & Saling Menghina.
Terima Kasih. Tuhan Memberkati